Ketuk Pintu 1500 Rumah

Melakukan survey penyakit Tuberkulosis ke warga desa dengan tingkatan pengetahuan dan kepribadian yang bermacam-macam memang sulit. Dari pagi kami mendatangi rumah mereka, tapi beberapa dari mereka malah mengira kalau kami adalah sekumpulan sales obat. Sakitnya tuh di sini. Setiap anak sebenarnya sudah diberi target untuk mengunjungi 17 rumah warga, tapi kebanyakan hanya berhasil mendapatkan data antara 4 sampai 16 rumah warga saja dikarenakan oleh kendala waktu dan warga yang tidak mau diwawancara.

Keperawatan komunitas memang mengerikan!

Kredit Foto: Wayan Ferdi