Termometer

Semester dua bukanlah masa-masa yang mudah. Ini membuat Saya begitu banyak berpikir. Sebenarnya setiap hari Saya berpikir. Sejak dulu. Tidak banyak hal yang berubah, dan Saya merasa Saya belum berhasil menyelesaikan apa-apa. Ini adalah hari pertama Saya masuk praktik ke laboratorium, dan Saya sudah memecahkan termometer milik kampus.

Termometer Pecah

Setakut-takutnya Saya saat itu, perasaan Saya benar-benar campur aduk. Ini bukan cuma soal praktik yang sedang Saya jalani tapi juga soal sesuatu yang belum hadir di depan Saya dan berbagai urusan masa lalu Saya yang belum juga terselesaikan. Saya bingung, saat itu Saya cuma bisa pasrah dan bertanya dengan penuh lugu (atau bahkan hina), “Terus Saya tanggung jawabnya bagaimana bu?”

Sebenarnya masalahnya sepele, tapi itu sudah cukup untuk membuat Saya jadi bahan pembicaraan. Ibu Paul bilang harganya cuma sekitar sepuluh ribu rupiah. Termometer air raksa. Termometer ketiak.

Saya paling tidak bisa kalau harus melakukan kesalahan. Sebuah teori dari Erikson menyatakan bahwa apabila terjadi maladaptif pada tahap Initiative vs. Guilt, maka seorang individu akan mengalami rasa berdosa dan pada klimaksnya mereka seringkali akan merasa bersalah atau malah akan mengembangkan sikap menyalahkan diri sendiri atas apa yang mereka rasakan dan lakukan. Dari sini Saya menyimpulkan bahwa Saya adalah produk maladaptif yang hidup dari Erikson.

Entah apa sebabnya. Saya tidak bisa menyalahkan orangtua Saya. Tidak ada yang salah dengan cara didik orangtua Saya. Semuanya baik-baik saja. Mungkin pengaruh pengalaman hidup dengan lingkungan. Walau bagaimanapun juga, kesimpulan Saya terhadap diri Saya selalu saja sama setiap kali Saya berada di sekeliling mereka. Saya selalu merasa berada dalam posisi sebagai seorang pasien dibandingkan dengan posisi Saya yang seharusnya yaitu sebagai seorang perawat. Saya membutuhkan banyak bantuan.

Saya merasa tidak bisa dekat dengan Tuhan. Saya tidak menyalahkan Tuhan, hanya saja, seringkali Saya merasa berada dalam situasi yang terlalu spesial. Selalu mengalami peristiwa-persitiwa dan hari-hari yang Saya pikir tidak pernah dialami oleh orang lain.

Saat ini yang Saya pikirkan hanyalah bahwa, Saya harap Saya bisa mengganti termometer tersebut besok, dan bisa menyelesaikannya sebelum jam dua belas. Karena gara-gara Saya yang suka melamun, kartu mahasiswa salah satu teman Saya jadi tertahan.

Saya bingung. Saya membutuhkan bantuan untuk menemukan apa fokus yang benar untuk Saya agar bisa belajar dengan benar di sini, sehingga Saya bisa bekerja dengan benar kelak. Saya ingin menjadi seorang perawat.

13 Maret 2015


Pembaharuan 14 Maret 2014

Masalah terselesaikan pada jam 08:44 pagi. Saya tinggal mengembalikan kartu mahasiswa teman Saya saja besok Senin.