Loading…

Jangan Memuji Seorang Introvert di Hadapan Orang Banyak

Sudah menjadi hal yang umum bahwa setiap guru di sekolah akan memiliki kecenderungan untuk memuji seorang siswa yang terlihat paling rajin, paling pintar dan paling jarang berulah. Seorang guru melakukan itu karena dia merasa kasihan ketika melihat siswanya yang cukup pintar di kelas justru tampak murung dan tidak memiliki semangat bergaul. Karena alasan itulah guru tersebut mencoba untuk memujinya di depan para siswa yang lain agar anak tersebut bisa mendapatkan teman melalui bantuannya. Dan ya, di satu sisi itu memang berhasil. Dia akan segera mendapatkan teman karena pak guru/bu guru telah mempromosikan kemampuannya kepada khalayak ramai, sehingga dia tidak perlu repot-repot menunjukkan kemampuannya kepada teman-temannya. Biasanya saat-saat pertemanan seorang introvert akan dimulai melalui permintaan tolong dari anak-anak lain yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal.

Akan tetapi, di sisi lain mungkin para guru tidak mengetahui bahwa memuji seorang introvert di depan orang banyak hanya akan menimbulkan beban di dalam diri orang tersebut. Ketika seorang guru begitu bergembira memuji anak tersebut di depan orang banyak entah itu karena kepintarannya ataupun tentang betapa baik sifatnya di sekolah, maka saat itu, dalam diri anak tersebut akan terbentuk pemikiran seperti ini:

“Pak guru/bu guru mengharapkan Aku agar bisa terus menjadi anak yang baik, pintar dan berprestasi, karena dia tampak begitu bersemangat ketika memberitahukan hal-hal positif tentang diriku kepada teman-teman yang lain.”

Ini adalah situasi yang buruk karena perlahan-lahan anak tersebut akan mulai menciptakan pemahaman bahwa dia harus menjadi pintar dan berprestasi karena dia sudah terlanjur memiliki citra sebagai murid yang pintar dan rajin bagi masyarakat umum. Dia harus mejadi pintar karena pak guru dan bu guru menginginkan dia menjadi pintar. Dia berusaha keras untuk menjadi pintar bukan karena kemauan dirinya sendiri.

Mungkin itu tidak akan menjadi masalah ketika anak tersebut bisa menunjukkan prestasinya secara stabil sesuai dengan kemauan para guru dan hal-hal yang sudah terlanjur dicitrakan kepadanya. Tapi ketika anak tersebut mengalami kemerosotan prestasi suatu hari nanti karena alasan-alasan tertentu (misalnya karena sakit atau perasaan malas), maka biasanya dia akan mengalami depresi berat karena dia merasa telah mengecewakan semua orang. Dan jika mental anak tersebut terbilang rendah, maka bisa dipastikan dia akan menangis secara tiba-tiba di kelas sedangkan orang lain sama sekali tidak tahu mengenai apa yang menyebabkan dia menjadi menangis seperti itu.

Sama seperti apa yang terjadi padaku dulu.

Aku bisa menyimpulkan bahwa selama ini yang menyebabkan seorang introvert menjadi depresi adalah karena pencitraan yang selama ini Anda paksakan kepadanya. Kita semua tahu bahwa tidak ada manusia yang sempurna, namun Anda begitu mudahnya membuat sebuah kebanggaan berlebih-berlebihan mengenai prestasi seseorang di depan orang banyak tanpa Anda ketahui bahwa pujian-pujian tersebut sebenarnya hanya akan menciptakan beban kepada orang tersebut dan sama sekali tidak memberikan motivasi apa-apa. Kami mungkin akan bertambah pintar dan berprestasi, namun kami tidak akan pernah merasa senang dengan itu karena itu semua bukanlah kemauan kami melainkan merupakan kemauan kalian.

Masalah terbesar seorang introvert Aku pikir adalah mengenai bagaimana mereka berusaha begitu keras untuk tidak mengecewakan orang lain, padahal kemampuannya jelas-jelas sangat terbatas, bahkan untuk hal-hal yang sederhana seperti berkomunikasi.

Saran

Introvert berbeda dengan ekstrovert. Ketika para ekstrovert merasa bahwa pujian merupakan suatu motivasi yang bisa membuatnya semakin bersemangat untuk berprestasi, maka seorang introvert akan merasa bahwa pujian merupakan sebuah tanggung jawab yang harus dijalankan. Tanggung jawab adalah beban, terutama ketika mereka tidak mau melakukannya. Tapi bagaimana mereka bisa menolak?

Kepada siapa saja yang membaca ini, para guru yang memiliki seorang siswa berprestasi namun tidak pintar berkomunikasi dan berteman, kepada seorang atasan yang memiliki seorang pegawai berprestasi namun tidak pandai berkomunikasi, dan juga kepada para orangtua yang memiliki anak-anak yang tidak pandai berkomunikasi dan berteman. Jika selama ini kalian terbiasa memuji mereka di depan orang banyak dengan tujuan untuk memotivasi mereka, maka itu adalah pemahaman yang salah. Karena walau bagaimanapun juga, pada dasarnya sebuah pujian yang baik adalah ungkapan kebanggaan yang dinyatakan ketika orang yang sedang dibicarakan tersebut sedang tidak berada di tempat yang sama.

Jadi, jika kalian ingin memuji prestasi seorang introvert, lakukan itu hanya ketika dia sedang tidak berada di sekitar kalian. Jangan melakukannya ketika dia sedang berada di hadapan kalian, apalagi ketika sedang berada di hadapan orang banyak. Karena itu hanya akan menciptakan beban tanggung jawab baru yang tidak pernah mereka kehendaki.

Kemudian…
Mengapa Aku menuliskan ini? Ya, karena Aku yakin bahwa orang-orang yang memiliki pola kehidupan sama sepertiku juga sebenarnya ingin mengungkapkan hal-hal semacam ini. Hanya saja mereka tidak akan pernah bisa mengungkapkan itu. Bahkan Aku hanya bisa mengungkapkannya melalui tulisan.

17 April 2013

4 Komentar:

Top