Bahasa Isyarat ASL Dasar

Sekali-kali nyoba bikin tulisan yang enggak galau. Di bagian atas tulisan ini merupakan aplikasi terjemahan sederhana yang Saya buat untuk mengubah bahasa tulis menjadi bahasa isyarat berupa huruf dan angka. Ini adalah standar bahasa isyarat ASL yang paling dasar, fungsinya adalah untuk menyatakan sebuah kata tertentu bagi komunikator yang masih belum tahu mengenai simbol pengganti yang relevan untuk menyatakan suatu kata atau maksud, atau ketika sebuah kata tertentu tidak/belum memiliki simbol penggantinya.

Di Indonesia sebenarnya kita sudah punya SIBI dan Bisindo. Tapi sayangnya, belum ada satu pun di antara keduanya yang berhasil menjadi standar bahasa isyarat lokal karena beberapa alasan yang (dibuat) rumit (oleh pemerintah). Sepengetahuan Saya, orang-orang lebih banyak menyarankan Bisindo untuk dijadikan sebagai standar bahasa isyarat di negara kita dengan alasan bahwa Bisindo dibuat oleh orang-orang tunarungu, yang mana ini akan lebih mudah dipahami oleh sesama penyandang tunarungu yang lain, terutama untuk para penyandang tunarungu sejak lahir. Bagi mereka, simbol-simbol dari Bisindo lebih mudah dipahami karena mereka tidak memerlukan adanya imbuhan-imbuhan kata seperti mau atau akan untuk membentuk sebuah kalimat utuh.

Para penyandang tunarungu tidak memerlukan kalimat yang baku untuk berkomunikasi, mereka hanya memerlukan kata-kata secukupnya.

ASL telah banyak diterima dan digunakan oleh orang-orang di seluruh dunia sebagai standar komunikasi bahasa isyarat internasional, sehingga ada baiknya mengawali pemahaman bahasa isyarat dari standar ASL. Lagipula, beberapa kosakata dalam bahasa isyarat lokal juga merupakan penyesuaian dari ASL, sehingga mempelajari ASL sama artinya dengan mempelajari sebagian bahasa isyarat lokal. Alasan pribadi Saya yang membuat Saya suka dengan standar ASL adalah karena Saya cukup menggunakan satu telapak tangan saja untuk membentuk abjad dan angka.

Huruf A

Telapak tangan menggenggam dengan posisi jari jempol bebas, seolah terdapat secarik kertas yang terselip di antara pertemuan jari jempol dan jari telunjuk. Menggoyang-goyangkan simbol ini di bawah dagu atau di samping pipi kanan sama artinya dengan menyebutkan kata aunt atau bibi.

Huruf B

Telapak tangan terbuka menghadap ke depan, seperti membentuk angka 4. Jari jempol ditekuk ke dalam.

Huruf C

Telapak tangan membentuk seperti huruf C. Meletakkan simbol ini di atas telapak tangan yang satunya yang sedang menggenggam ke bawah sama artinya dengan menyebutkan kata church atau gereja.

Huruf D

Jari telunjuk lurus menghadap ke atas, sementara jari-jari lainnya membentuk lingkaran, bertemu dengan jari jempol. Jika dilihat dari sisi komunikator akan terlihat seperti huruf D kecil, sebaliknya, jika dilihat dari sisi komunikan akan terlihat seperti huruf B kecil.

Huruf E

Hampir terlihat seperti posisi menggenggam, hanya saja jari jempol terletak di bawah, bertemu dengan kuku pada jari-jari yang lain.

Huruf F

Telapak tangan terbuka menghadap ke samping, jari telunjuk dan jari jempol bertemu membentuk sebuah lingkaran.

Kamu bisa menyatakan kata family atau keluarga dengan cara membentuk simbol ini pada kedua telapak tangan dan kemudian menyatukan mereka di depan dada, kemudian buat gerakan setengah lingkaran ke sisi luar tubuh secara horizontal, hingga kedua jari kelingking bertemu di depan dada.

Huruf G

Posisi jari telunjuk lurus menghadap ke samping, yang lainnya menggenggam. Seperti sedang menyatakan kata you atau kamu, tapi jari telunjuk tidak dihadapkan ke arah komunikan.

Huruf H

Posisi jari telunjuk dan jari tengah lurus menghadap ke samping.

Huruf I

Telapak tangan menggenggam menghadap ke arah komunikan, dengan posisi jari kelingking bebas menghadap ke atas.

Huruf J

Sama seperti huruf I, hanya ditambah gerakan melengkung membentuk huruf J. Kamu bisa menyatakan kata juice atau jus dengan cara membentuk simbol ini di bawah dagu.

Huruf K

Jari tangan seperti membentuk angka 2 atau huruf V, dengan posisi jari jempol bebas menghadap ke atas.

Huruf ini sebenarnya hampir serupa dengan huruf V. Untuk menghindari kesalahan dalam membaca huruf, kamu bisa memposisikan simbol ini menghadap ke samping, bukan ke depan. Kemudian jari tengah direbahkan membentuk garis horizontal: jari jempol dan jari telunjuk lurus menghadap ke atas, jari tengah lurus menghadap ke kiri. Sekilas akan tampak seperti bentuk huruf K kecil.

Huruf L

Telapak tangan menghadap ke depan, jari telunjuk diluruskan ke atas dan jari jempol diluruskan ke samping. Yang lainnya dilipat.

Huruf M

Telapak tangan menggenggam dengan posisi jari jempol berada di bawah tiga jari yang lain, mencoba membentuk tiga buah garis lurus menghadap ke bawah seperti huruf M kecil. Bebeberapa orang biasa menggunakan tiga jari saja dengan posisi melengkung bebas ke arah bawah tanpa membuatnya tampak seperti sedang menggenggam untuk membentuk huruf M, karena inti dari simbol ini adalah mengenai bagaimana membentuk tiga garis lurus menghadap ke bawah untuk membentuk huruf M.

Huruf N

Aturannya sama persis seperti huruf M, hanya saja di sini kita menggunakan dua jari untuk membentuk huruf N kecil.

Huruf O

Telapak tangan menghadap ke samping, jari jempol dan jari-jari lainnya bertemu membentuk huruf O.

Huruf P

Telapak tangan membentuk seperti simbol you atau kamu, dengan posisi jari tengah bebas menghadap ke bawah. Jari telunjuk dihadapkan ke arah komunikan.

Huruf Q

Telapak tangan menghadap ke bawah, jari-jari tangan menggenggam dengan posisi jari jempol dan jari telunjuk bebas menghadap ke bawah.

Huruf R

Telapak tangan menghadap ke depan dengan membentuk simbol huruf U, namun posisi jari telunjuk dan jari tengah disilangkan.

Huruf S

Telapak tangan menghadap ke depan dengan posisi seluruh jari menggenggam kuat, tidak terkecuali jari jempol. Ini yang membedakan antara huruf A dengan huruf S.

Huruf T

Telapak tangan menggenggam dengan posisi jari jempol terhimpit di antara jari telunjuk dan jari tengah. Di Indonesia, menunjukkan simbol ini kepada orang-orang yang tidak mengerti mengenai abjad ASL mungkin akan terkesan tidak sopan. Karena bagi orang Indonesia, simbol ini setara dengan simbol fuck you pada orang-orang Barat.

Beberapa orang menggunakan simbol huruf A dengan posisi ke arah samping, bukan ke arah depan, sehingga jika dilihat dari sisi komunikan akan terlihat seperti matahari terbit: jari jempol sebagai matahari dan yang lain sebagai daratan.

Menggoyang-goyangkan simbol ini sama artinya dengan menyebutkan kata toilet.

Huruf U

Telapak tangan menghadap ke depan, dengan posisi jari telunjuk dan jari tengah lurus menghadap ke atas dan berhimpitan. Yang lainnya dilipat.

Menggoyang-goyangkan simbol ini di depan kening sama artinya dengan menyebutkan kata uncle atau paman.

Huruf V

Sama seperti huruf U, hanya saja posisi jari telunjuk dan jari tengah tidak lagi berhimpitan, mencoba membentuk huruf V kecil.

Huruf W

Telapak tangan ke arah depan, membentuk angka 6.

Membentuk simbol ini di bawah dagu sama artinya dengan menyebutkan kata water atau air, untuk diminum.

Huruf X

Telapak tangan menggenggam, dengan posisi jari telunjuk membentuk seperti kail.

Huruf Y

Telapak tangan menghadap ke depan dengan posisi jari jempol dan jari kelingking bebas mengarah ke atas. Yang lainnya dilipat.

Huruf Z

Huruf yang paling gampang diperagakan. Cukup buat gerakan zig-zag dengan jari telunjuk untuk membentuk huruf Z.

Angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9

Mengucapkan angka itu mudah, hanya mengurutkan angka 1 sampai 5 dengan cara yang sama seperti apa yang orang normal biasa lakukan. Satu perbedaan hanya ada di simbol angka 3 yang digunakan sebagai angka 6 dalam standar ASL. Untuk membentuk angka 3, kita menggunakan jari jempol, jari telunjuk dan jari tengah.

Pengucapan angka dimulai dengan posisi seluruh jari menggenggam atau membentuk huruf O untuk mengucapkan angka 0, kemudian satu per satu jari dibuka dimulai dari jari telunjuk untuk mengucapkan angka 1 dan seterusnya sampai angka 5. Setelah semua jari terbuka, dimulai dari jari kelingking melipat bertemu dengan jari jempol untuk mengucapkan angka 6, begitu seterusnya sampai angka 9 dengan posisi jari telunjuk dan jari jempol bertemu membentuk huruf F.