2016/09/25 09:41:00 PM

Sebenarnya Saya sudah tahu semuanya. Soal apa-apa yang palsu, soal apa-apa yang mereka semua sembunyikan dan soal apa-apa yang mereka lakukan di belakang Saya. Baik itu yang ada dan/atau yang tidak ada hubungannya dengan Saya, Saya tahu.

Mengungkapkan kebenaran untuk membenarkan sesuatu yang salah itu sifatnya wajib. Tapi kadang, tumbuh menjadi sosok pahlawan dalam lingkungan tertentu itu kesannya terlalu biasa dan tidak menarik. Seolah-olah, Saya seperti sedang berusaha mencampuri urusan takdir.

Saya lebih suka menjadi penonton. Berpura-pura menjadi orang biasa dan memperhatikan. Melihat bagaimana sesuatu berubah menjadi lebih baik atau lebih buruk, bahkan hancur karena perbuatan mereka sendiri. Melihat bagaimana cara takdir bekerja tanpa ada campur tangan dari Saya.

Ada satu perasaan yang memuaskan ketika Saya bisa melalui situasi semacam itu. Sebuah situasi dimana Saya hanya perlu menunggu dan menduga-duga, akan seperti apa jadinya nanti. Melihat, mendengar dan merasakan bagaimana cara Tuhan bekerja. Saat-saat paling mendebarkan dimana Saya kemudian bisa melihat dengan mata kepala Saya sendiri, dan untuk yang ke sekian kalinya mampu mengambil kesimpulan dengan logika, bahwa ketika itu Tuhan tengah membuktikan keberadaannya kepada Saya. Secara langsung.