Orang-orang kagum dengan kegigihan usaha dan pahit getir kehidupanmu, tapi mereka tidak kemudian membuat beban hidupmu menjadi lebih ringan. Mereka hanya sebatas kagum saja, tidak lebih.

Taufik Nurrohman · · 0 Komentar

Kamu tusuk Saya dari belakang, Saya tusuk kamu dari depan.

Taufik Nurrohman · · 0 Komentar

Kadang Saya berpikir, bisakah kita menghentikan/mengubah siklus haid dengan asam traneksamat?

Taufik Nurrohman · · 0 Komentar

Saya itu orangnya pendendam, tapi Saya tidak menjatuhkan.

Taufik Nurrohman · · 0 Komentar

Di dunia ini kita cuma wayang, yang mau nggak mau harus nurut apa maunya dalang.

Taufik Nurrohman · · 0 Komentar

Sebenarnya Saya sudah tahu semuanya. Soal apa-apa yang palsu, soal apa-apa yang mereka semua sembunyikan dan soal apa-apa yang mereka lakukan di belakang Saya. Baik itu yang ada dan/atau yang tidak ada hubungannya dengan Saya, Saya tahu.

Mengungkapkan kebenaran untuk membenarkan sesuatu yang salah itu sifatnya wajib. Tapi kadang, tumbuh menjadi sosok pahlawan dalam lingkungan tertentu itu kesannya terlalu biasa dan tidak menarik. Seolah-olah, Saya seperti sedang berusaha mencampuri urusan takdir.

Saya lebih suka menjadi penonton. Berpura-pura menjadi orang biasa dan memperhatikan. Melihat bagaimana sesuatu berubah menjadi lebih baik atau lebih buruk, bahkan hancur karena perbuatan mereka sendiri. Melihat bagaimana cara takdir bekerja tanpa ada campur tangan dari Saya.

Ada satu perasaan yang memuaskan ketika Saya bisa melalui situasi semacam itu. Sebuah situasi dimana Saya hanya perlu menunggu dan menduga-duga, akan seperti apa jadinya nanti. Melihat, mendengar dan merasakan bagaimana cara Tuhan bekerja. Saat-saat paling mendebarkan dimana Saya kemudian bisa melihat dengan mata kepala Saya sendiri, dan untuk yang ke sekian kalinya mampu mengambil kesimpulan dengan logika, bahwa ketika itu Tuhan tengah membuktikan keberadaannya kepada Saya. Secara langsung.

Taufik Nurrohman · · 0 Komentar

Dari dulu Saya sudah punya pemikiran bahwa sistem perlindungan terbaik pada tubuh manusia untuk mencegah kematian adalah rasa takut dan cemas. Katakanlah, orang takut jatuh maka orang akan memposisikan diri untuk menghindari ketinggian. Dan pada saat itu kematian bisa dicegah. Orang takut sakit, maka orang berusaha menghindari penyakit. Manusia menciptakan helm, sepatu boot dan pelindung lutut berawal dari perasaan takut.

Taufik Nurrohman · · 0 Komentar