Saat-saat dimana Saya merasa bahwa Tuhan tidak adil adalah ketika Tuhan memberikan bantuan kepada orang-orang baik, tapi tidak memberikan pelajaran kepada orang-orang yang telah menyusahkan orang baik tersebut.

Taufik Nurrohman · · 0 Komentar

Orang-orang tidak memberikan bantuan ketika mereka sedang susah, jadi aneh rasanya ketika mereka menganggap Saya sombong karena Saya tidak pernah mau meminta bantuan. Jelas-jelas ketika Saya meminta bantuan, saat itu mereka tidak ada. Nasihat ibu Saya memang terkesan individualis dan kaku, tapi Saya pikir itu tepat untuk karakter orang seperti Saya: bahwa Saya tidak boleh bergantung kepada orang lain, bahwa Saya tidak boleh meminjam barang-barang orang lain, tidak boleh berhutang dan tidak boleh meminta bantuan. Karena toh tidak ada orang lain di sekitar Saya yang bersedia untuk melakukan introspeksi diri, bahwa dalam beberapa hal, mereka memang egois, hingga mengecewakan Saya. Mungkin Saya juga begitu, mengecewakan mereka. Hidup Saya adalah hidup Saya dan mungkin itu sebabnya hidup kamu adalah hidup kamu. Kepentingan Saya adalah kepentingan Saya dan kepentinganmu adalah kepentinganmu. Saya boleh saja membagikan apa saja yang ada di pikiran Saya tapi Saya tidak tertarik untuk membuatmu tertarik dengan apa yang Saya jelaskan. Ungkapan kamu bahwa sesama teman harus saling membantu itu omong kosong. Kamu cuma meminta bantuan Saya ketika ada butuhnya saja. Ketika Saya meminta bantuan kepadamu, kamu pergi ke mana? Orang-orang tulus itu memberikan bantuan, bukan menunggu untuk diminta, baru memberikan bantuan.

Taufik Nurrohman · · 0 Komentar

Yang menyakitkan adalah ketika kamu berusaha untuk realistis, tapi orang lain menganggapmu sedang lari dari masalah.

Taufik Nurrohman · · 0 Komentar

Kepada para mahasiswa yang hendak atau sedang menjalani praktik di Rumah Sakit, kelak kalian akan menemukan dua jenis perawat di sana; yaitu yang memiliki sifat ramah dan yang memiliki sifat galak. Tapi, seiring berjalannya waktu kalian akan sadar bahwa keramahan dan kegalakan seorang perawat itu tidak lebih dari sekedar respon motorik dan bawaan dari lahir. Sebagai seorang junior, kamu harus bisa mengubah mindset. Di Rumah Sakit itu ada dua jenis perawat: yang pertama adalah perawat yang menyuruh kita untuk bekerja, dan yang ke dua adalah perawat yang mengajak kita untuk bekerja, bersama-sama.

Taufik Nurrohman · · 0 Komentar

Ujung-ujungnya tetep hidup sendiri lagi. Hidup bareng teman yang bisa nerima Saya apa adanya itu ngga gampang. Yang ada malah Saya yang harus usaha memaklumi kekurangan-kekurangan mereka. Kalau sudah nggak kuat ya udah; berdiri angkat badan dari kursi, yang tadinya kita duduk bareng sama-sama, terus misah lagi. Biarin mereka ketawa haha-hehe bareng kelompok mereka sendiri. Saya nggak ngerasa dapet keuntungan, yang ada kadang Saya yang merasa dirugikan. Nuntut mereka buat nerima kekurangan-kekurangan Saya itu mustahil. Karena usaha Saya buat nerima kekurangan-kekurangan mereka juga kadang mustahil; pasang surut naik turun. Saya harus realistis bahwa setiap orang itu sudah punya kepentingan mereka masing-masing. Saya tidak termasuk di dalamnya. Begitu pula dengan Saya, yang juga punya kepentingan sendiri. Mungkin sekarang keadaannya memang lagi surut. Kalau suatu waktu Saya ternyata tidak dapat dukungan positif dari orang-orang di sekeliling Saya untuk dapat memenuhi kepentingan-kepentingan Saya dengan cara hidup bersama mereka, maka Saya akan pergi. Saya cuma siap jika Saya harus dimintai bantuan, tapi Saya tidak siap untuk disuruh. Meminta bantuan dan menyuruh itu berbeda. Harus ada standar status yang jelas antara mana yang membutuhkan dan mana yang dibutuhkan, antara mana yang tidak mampu dan mana yang berpikir bahwa mungkin akan enak jika suatu tugas atau kewajiban bisa dilakukan oleh orang lain. Oleh Saya. Teman-teman yang bisa diajak susah bareng dan yang rasanya Saya nggak akan keberatan jika harus hidup susah bareng mereka itu bisa dihitung jari. Sayangnya, kelompok manusia dengan tipe kepribadian dan tujuan hidup yang sama sepertinya nggak pernah ditakdirkan untuk hidup bersama-sama.

Taufik Nurrohman · · 0 Komentar

Jangan tanya Saya soal dia, karena kamu cuma akan dapat informasi yang jelek-jelek dari Saya. Dan jangan tanya langsung ke orangnya juga, karena nanti kamu cuma dapat informasi yang jelek-jelek dari dia soal Saya. Tanyakan ke orang lain saja yang netral, atau cari tahu sendiri lebih baik.

Taufik Nurrohman · · 0 Komentar

Tidak semua yang terlihat itu sama seperti kenyataannya. Persepsi setiap orang pada dasarnya tidak akan pernah jauh lebih tinggi atau lebih rendah dari batasan yang orang tersebut miliki. Ketika seseorang mengatakan ragu bahwa seseorang yang lain akan berhasil, maka saat itu sebenarnya dia sedang mempersepsikan kemampuan orang lain tersebut dengan kemampuan dirinya. Nggak perlu sok-sokan mengatakan bahwa seseorang itu sedang lari dari masalah hanya karena orang tersebut selalu tampak berusaha menghindari sesuatu (menghindari kamu); beban orang tersebut mungkin sudah terlalu berat. Opini bodohmu itu hanya akan menambah beban mereka. Pada intinya adalah, kamu tidak tahu apa-apa. Karena yang menyakitkan adalah ketika kamu berusaha untuk realistis, tapi orang lain menganggapmu sedang lari dari masalah. Tidak semua orang yang menghindar adalah untuk lari, menghindar juga bisa dilakukan untuk menyelamatkan diri. Katakanlah, sebuah Rumah Sakit Jiwa yang sangat erat hubungannya dengan karantina dan isolasi, menggabungkan pasien-pasien dengan diagnosa sakit yang sama untuk tinggal bersama-sama; memberikan mereka semua jarak yang cukup jauh terhadap faktor pemicu stres dari luar. Dari sini, setujukah kamu jika Saya berpendapat bahwa Rumah Sakit Jiwa telah memfasilitasi pasien untuk menghindar dari masalah?

Taufik Nurrohman · · 0 Komentar